Text
BIANGLALA CINTA
Dalam kisah perjalanan hidup manusia sejak awal hingga akhir senantiasa menyimpan misteri yang kerap tak tertangkap alurnya oleh logika manusia. Alur itu bergerak selaras rencana dan sketsa Sang Penyelenggara Hidup. Dalam ritme itu ada cinta, harapan, perjuangan, kesedihan, heroisme, bahkan pengkhianatan. Semua tumplak ruah dialami dan dirasakan manusia sepanjang garisnya meski antara yang satu dengan yang lain berkadar beda.
Kisah-kisah itulah yang hendak diangkat dalam Bianglala Cinta, karya emas para cerpenis muda SMP Maria Mediatrix tahun 2023. Kendati ini semua sepenuhnya karya imajinasi, sebuah cerpen tidak lepas dari kepekaan penulisnya da;am menangkap realitas sosial kehidupan manusia yang mereka tangkap, mereka lihat, dan mereka rasakan yang akhirnya menjadi sebuah perenungan. Tentu kemampuan memilih diksi, merangkai alur, memilih sudut pandang, menentukan latar, dan menandai karakter para tokohnya menjadi bagian penting dalam terbentuknya sebuah karya sastra.
Seraya menuangkan ide ke dalam Bianglala Cinta, tema-tema yang diangkat di dalamnya selaras dengan sebagian visi sekolah mereka, yakni “mencintai sesama dan alam ciptaan-Nya”. Cerpen “Bayang-Bayang Masa Silam” karya Stevia, “Riak-riak Persahabatan” karya Indira, “Aku Melepasmu dengan Senyum” karya Carolin, “Ruangan Nala” karya Flowsa berpararel dengan mencintai sesama. Sedangkan ”Misteri Sebuah Dongeng” karya Devina dan “Menghalau Dewa Air” karya Vina relevan dengan mencintai alam ciptaan-Nya. Sedangkan cerpen lainnya lebih dekat dengan semangat perjuangan dan pengharapan, tentu ini mengajak pembacanya agar cerdas dalam menghadapi setiap tantangan yang dihadapi.
No other version available