Aku merentangkan kedua tanganku, menjatuhkan kepala di dada Dave dan memeluknya erat-erat. Butuh setengah menit bagi Dave untuk mendekapku. Air mataku berjatuhan dan aku mendengar ia membisikkan, “Welcome home, Ndhis, to the place you called it love.” *** Pulang ke Surabaya, buat Gendhis adalah pilihan sulit. Bukan hanya karena klien yang harus ditemuinya, tapi karena mimpi yang menghantu…